Senin, 04 Agustus 2014

Tata Cara Shalat Sunnah Gerhana


Yang dimaksud dengan shalat dua Gerhana adalah shalat yang dikerjakan karena ada/terjadi gerhana bulan atau matahari. Mengenai hukumnya shalat Dua Gerhana adalah sunnah sebagaimana telah diketahui bahwa shalat selain shalat fardhu lima waktu adalah hukumnya sunnah. Adapun mengenai waktu mengerjakan shalat gerhana sewaktu-waktu ada terjadi gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari, yakni mulai terjadinya gerhana sampai nampak kembali sempurna seperti semula.

Cara Mengerjakan Shalat Sunnah Gerhana

Cara mengerjakan shalat Dua Gerhana itu boleh dikerjakan secara sendirian, tetapi utamanya dikerjakan secara berjamaah. Cara mengerjakannya sebagaimana shalat sunnah biasa, namun berbeda pada lafazd niatnya dan berbeda dalam rukunnya, yakni dikerjakan dua rakaat dengan empat kali ruku dan sama dalam sujud yaitu empat kali sujud. Jadi lebih jelasnya : pada rakaat pertama, sesudah ruku dan bangkit I’tidal, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan surat lagi, lalu ruku lagi dan I’tidal lagi baru kemudian sujud sebagaimana biasa. Demikian pula pada rakaat kedua dikerjakan seperti pada rakaat yang pertama. Yakni dengan dua ruku dan dua sujud sebagaimana biasa, namun surat yang dibaca berbeda. Dan bacaan Al-Fatihah dan surat pada shalat Gerhana bulan harus dikeraskan dan pada gerhana matahari tidak dikeraskan (dinyaringkan).

Lafazd Niat Shalat Gerhana

Lafazd Niat Shalat Sunnah Gerhana Bulan
USHOLLII SUNNATAL KHUSUUFI ROK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA ALLAAHU AKBARU. Artinya : “Saya berniat shalat Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allaahu Akbar”.

Lafazd Niat Shalat Sunnah Gerhana Matahari
USHOLLI SUNNATAL KUSUUFI ROK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA. ALLAAHU AKBAR. Artinya : “Saya berniat shalat gerhana matahari dua rakaat karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar”.