Sabtu, 09 Agustus 2014

Manusia


Allah menjadikan manusia sebagai ciptaan yang unik.
Allah telah merahmati manusia dengan karakteristik dan fitur yang baik, sehingga manusia melampaui ciptaan lainnya.
Allah memberkahi manusia dengan cahaya kecerdasan.
Jika kalian memperhatikan sekitar, kalian akan melihat bagaimana manusia dengan akalnya telah menciptakan berbagai hal yang menakjubkan.
Manusia menempa logam sehingga menjadi benda bernilai.
Manusia mengolah pasir sehingga menjadi benda bernilai.
Apapun yang dikerjakan manusia menjadi bernilai.
Contohnya sebagai berikut : Silikon berasal dari pasir.
Dari silikon dapat diciptakan Integrated Sircuit (IC) sehingga harganya lebih mahal daripada emas dengan berat yang sama beratnya.
Dengan begitu, kita dapat mengatakan : "Zaman sekarang manusia dapat mengolah pasir dan membuatnya lebih berharga daripada emas".
Andaikan manusia mau mengolah dirinya, tentu dia akan menjadi bernilai dimata Allah SWT.
Sekarang, kalian melihat sebuah pesawat terbang, dia dapat mengangkut berton-ton benda diudara.
Wahai manusia, jika kalian dapat mengolah logam dan membuatnya terbang, kenapa kalian tidak mengolah diri kalian dan mencapai derajat spiritual ?
Tapi zaman sekarang, kita lebih berusaha mengolah sesuatu  diluar diri dibandingkan didalam diri kita.
Itulah mengapa, diluar diri terdapat kemajuan dimana-mana, inovasi terbaru telah diluncurkan, arsitektur sebuah bangunan terlihat lebih modern, mobil-mobil juga terlihat lebih baik, apapun yang kalian lihat sudah semakin baik.
Meskipun begitu, jika manusia mengaca pada diri sendiri secara moral mereka telah menurun.
[Sair] Seseorang yang selalu mencoba menemukan sesuatu yang tidak diketahui, tidak akan pernah menemukan dirinya.
Seseorang yang mampu menangkap sinar matahari, meskipun begitu, dia gagal mengisi kehampaan dalam hidupnya.
Seseorang yang berhasil menyinari dunia dengan lampu , gagal menyadari kegelapan dalam hatinya.
Jika ada kegelapan dalam hati seseorang, apa gunanya cahaya diluar?
Usaha kita seharusnya tidak hanya materialistik.
Seseorang harus mengolah hatinya, jika dia juga mendapatkan kemajuan dalam dirinya.
Kenapa para ulama kita mengolah hatinya? Karena wahai manusia, Allah telah menempatkan keindahan didalam diri kalian.
Keluarkanlah keindahan dalam diri kalian. Ketika manusia  mengolah tambang, mereka mengekstrak emas, tembaga, dan benda-benda berharga lainnya. Begitu juga, jika dia mengolah hatinya, maka dia akan memanen kebaikan, rendah hati, kasih sayang, kesalehan.
Inilah kualitas yang membuat seseorang bernilai dimata Allah.
Jadi dengan berdzikir dan mengolah hati, seseorang menjadi sukses mengeluarkan keindahan dari dalam dirinya,
Ini bukanlah hal terpisah, keindahan dalam diri dimiliki oleh setiap orang.
Allah telah menempatkannya pada tiap Individu.

Oleh : Syekh Zulfiqar Ahmad
Sumber: www.lampu islam.com