Kamis, 22 Mei 2014

Jakarta (ANTARA News) - Jumlah turis mancanegara yang mengunjungi Indonesia sepanjang Januari-Maret 2014 mencapai 2,2 juta orang atau naik 10,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013.
Bulan Maret saja jumlah wisatawan mancanegara mencapai 765.607 orang dan rata-rata kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) per bulan selama triwulan pertama tahun ini sekitar 740.000 orang.
"Tren tiga bulan ini sangat positif, diharapkan bisa terus bertahan sampai akhir tahun. Kita semakin optimistis target capaian wisman tahun ini akan terlampaui," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, rata-rata kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 740.000 orang per bulan merupakan rekor baru yang mendukung pencapaian target pariwisata tahun ini untuk menarik kunjungan 9,3 juta sampai 9,5 juta wisman.
Menurut data Badan Pusat Statistik, dalam tiga bulan terakhir wisatawan mancanegara yang masuk melalui tiga pintu utama yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Ngurah Rai Bali, dan Bandara Batam tumbuh positif berturut-turut sebesar 6,48 persen, 14,42 persen, dan 7,50 persen.
Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara yang sangat menonjol terlihat di pintu masuk Bandara Internasional Lombok (214,7 persen), Bandara Adisucipto Yogyakarta (44 persen), dan Bandara Husein Sastranegara Bandung (23,03 persen).
Selama Januari-Maret wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok 15.954 orang, 4.962 di antaranya dari Australia.
"Wisman Australia ini sebagian besar menggunakan maskapai penerbangan Jetstar yang membuka rute Lombok-Perth," katanya.
Ia berpendapat kunjungan wisman Australia melalui Bandara Internasional Lombok ke depan kemungkinan terus bertambah, seiring adanya rencana maskapai Jetstar akan membuka jalur baru Lombok-Melbourne (Australia).
Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara juga terlihat di Bandara Husein Sastranegara Bandung dalam tiga bulan pertama tahun ini. Turis asing yang masuk melalui bandara ini selama Januari-Maret 52.280 orang, kebanyakan asal Malaysia dan Singapura.
Sementara turis mancanegara yang masuk melalui Bandara Adisucipto Yogyakarta sebanyak 23.221 orang, kebanyakan dari Malaysia dan Singapura.
"Yang juga menggembirakan, kunjungan wisman dari negara asal utama mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, di atas rata-rata," katanya.
Wisatawan asal Tiongkok misalnya, dalam tiga bulan pertama ini sudah mencapai 257.304 orang atau naik 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Pertumbuhan yang baik ini berarti strategi promosi intensif kita ke RRT sudah mulai membuahkan hasil dan saat ini adalah kesempatan baik untuk Indonesia, karena berbagai perkembangan terakhir menyebabkan Forward Company untuk memperkirakan sekitar 800.000 orang akan mengalihkan perjalanan wisatanya dari beberapa negara Asia Tenggara ke negara lain," kata Mari.
Berdasarkan kebangsaan, pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi pada Maret 2014 berasal dari Arab Saudi (80,44 persen), Uni Emirat Arab (62,01 persen), Bahrain (44,07 persen), Tiongkok (32,32 persen), dan Mesir (31,67 persen).
Sementara secara kumulatif, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari-Maret 2014 paling tinggi berasal dari Bahrain (77,13 persen), Uni Emirat Arab (64,16 persen), Arab Saudi (59,77 persen), Mesir (32,38 persen), dan Tiongkok (32,24 persen).