Jumat, 11 Juli 2014

Gedung Sate Bandung


Gedung ini dirancang oleh arsitek belanda Ir.J.Berger  dari Landsgeboundienst, dinas pembangunan gedung-gedung pemerintah Negri Belanda. Pada waktu itu dibutuhkan hingga 2.000 orang pekerja. Diantara ribuan pekerja itu, terdapat lebih kurang 150 Cina Konghu atau kanton, tukang kayu dan pemahat batu yang terampil di negrinya.
Arsitek Belanda, Dr.Hendrik Petrus Berlage, mengatakan bahwa Gedung Sate beserta rancangan kompleks Pusat Perkantoran Intansi Pemerinta Sipil Hindia Belanda di Bandung merupakan sebuah karya besar. Sementara Coor Passchier dan Jan Wittenberg, dua arsitek Belanda yang menginventarisir bangunan kolonial di Bandung, menyebut Gedung Sate sebagai bangunan monomental yang anggun dan mempesona.
Gedung Sate sendiri sebenarnya hanya bagian kecil atau sekitar 5% dari Kompleks Pusat Perkantoran Intansi Pemerintah Sipil Hindia Belanda yang menempati lahan di Bandung Utara seluas 27.000 meter persegi. Oleh penduduk tempo dulu “Gedong Sate” dinamai “Gedong Bebe” yang kemudian populer dengan nama “Gedung Sate” karena di puncak menara gedung tersebut terdapat “Tusuk Sate” dengan 6 buah ancaman jambu air.