Selasa, 10 Juni 2014

Wanita Penghuni Surga



Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku, "Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?" Aku menjawab, "ya"
Ia berkata, "Wanita berkulit hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu berkata, 'Aku menderita penyakit ayan (epilepsi ) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.'
Nabi Saw berkata, Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah menyembuhkanmu.'
Wanita itu menjawab, 'Aku pilih bersabar.' Lalu ia melanjutkan perkataannya, 'Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.'
"Maka Nabi pun mendoakannya." (HR. Bukhari Muslim)
Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang Indahnya tiada tara. Yang luasnya seluas langit dan bumi.
Betapa besarnya harapan kita untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.
Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengankedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkan nya menjadi seorang wanita penghuni surga...?
Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam..? Tidak.. Dia wanita berkulit hitam.
Wanita itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia dihadapan Allah dan Rasul-Nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar'i. Yaitu  yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya. Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa dimata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.
Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh kemaksiatan. Semoga Allah memberi petunjuk.
Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam maksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun bentuk fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga, apalagi jika engkau dianugrahi kecantikan fisik dan wajah yang rupawan, subhanallah. Cantikkan imanmu, Cantikkanlah hati dan akhlakmu..