Rabu, 23 April 2014



KESEHATAN DALAM DUNIA ISLAM
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kita nikmat Islam
dan iman. Nikmat yang besar di dunia dan menjadi penentu kebahagian
seseorang di kehidupan yang abadi kelak, apakah seseorang merasakan
kenikmatan dan kebahagiaan abadi di surga atau sengsara tiada akhir di
neraka. Seseorang yang terlahir dalam keadaan Islam, sungguh telah
mendapatkan kenikmatan yang agung, bagaimana tidak?
Karena seseorang yang kufur kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala dan
Rasul-Nya shallallahu „alaihi wasallam terancam dengan ancaman yang
sangat pedih yaitu api neraka. Semoga shalawat dan Salam selalu tercurah
kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya,para sahabat dan
kepada seluruh kaumnya hinnga akhir zaman.
Faktor Penyebab sakit
Kondisi kesehatan seseorang di pengaruhi oleh faktor internal
dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang mempengaruhi derajat
kesehatan seseorang dari dalam tubuhnya. Faktor internal terdiri dari
kebutuhan fisiologis dan kebutuhan naluri.
Faktor pertama adalah kebutuhan fisiologis seperti makan,
minum, istirahat dan tidur. Pemenuhan kebutuhan ini muncul dari dalam
tubuh manusia itu sendiri. Misalnya ketika tubuh memerlukan energi maka
akan timbul rasa lapar dan ketika sudah terpenuhi maka rasa lapar akan
hilang. Contoh lain misalnya ketika tubuh memerlukan istirahat maka akan
timbul rasa kantuk. Apabila kebutuhan fisiologis tidak terpenuhi maka akan
timbul kerusakan organ tubuh dan bisa menjadi sebab kematian.
Faktor kedua adalah naluri. Faktor inilah yang sangat berpengaruh
terhadap derajat kesehatan seseorang. Penyakit akan timbul apabila akal
manusia tidak mampu mengontrol pemenuhan kebutuhan ini. Sifat naluri
adalah selalu menuntut pemenuhan, dan ketika sudah di penuhi maka akan
timbul kepuasan. Namun apabila tidak di penuhi, tidak akan timbul
kematian tetapi hanya mengakibatkan kegelisahan. Pemicu timbulnya naluri
adalah dari luar tubuh, misalnya ketika kita melihat dan membau makanan
yang lezat maka akan timbul naluri ingin mencoba meskipun kita tidak
sedang lapar. Ketika kita melanjutkan dengan menyantap makanan tersebut
maka tubuh akan menerima asupan yang sebenarnya belum di perlukan
sehingga akan timbul ketidakseimbangan energi. Apabila ini terus di
lakukan maka bisa timbul kerusakan organ. Contohnya adalah penyakit Diabetes Melitus (DM), atau lebih di kenal dengan kencing manis. Salah satu penyebab DM adalah kerusakan sel pankreas. Sedangkan kerusakan sel pankreas bisa terjadi karena terlalu diporsir dalam menjaga kadar gula darah akibat ketidak-seimbangan energi. Penyakit lainnya yang di sebabkan oleh faktor naluri adalah hypertensi atau darah tinggi, stroke , penyakit jantung koroner dan gagal ginjal. Faktor berikutnya adalah faktor eksternal, diantaranya adalah lingkungan. Indonesia merupakan daerah tropis sehingga banyak sekali penyakit yang di sebabkan oleh lingkungan yang kurang bagus misalnya diare, demam berdarah dengue (DBD), thypoid, TB Paru dan malaria. Kondisi perumahan yang padat dan tidak tertata, air yang tidak higienis, saluran air yang tidak berjalan, sumber air yang tercemar oleh limbah industry, limbah rumah tangga, dan sirkulasi udara yang buruk pada tempat tinggal merupakan penyebab penularan penyakit ini. Buruknya jalan raya dan sistem transportasi juga termasuk faktor seseorang masuk rumah sakit karena kecelakaan lalu lintas. Bagaimana Islam Menyelesaikan Masalah Kesehatan Islam sebagai ajaran yang di turunkan oleh pencipta manusia dan alam semesta, tentu mempunyai aturan yang akan membuat manusia merasakan kebahagia-an baik di dunia maupun di akhirat. Dalam hal pengaturan individu terhadap masalah kesehatan Rasululah SAW telah magajarkan bagaimana cara memenuhi kebutuhan fisiologis dan mengontrol kebutuhan naluri. Dalam bidang makanan rasulullah bersabda : “Tidak banyak makan adalah obat, dan lambung adalah tempat bersarangnya penyakit. Biasakanlah setiap anggota tubuh dengan kebiasaannya “(HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, & Hakim). “Dari Miqdam bin Ma‟dikarib ra. menyatakan pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Tiada memenuhi anak Adam suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah untuk anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada cara lain, maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas.” (Riwayat At-Tirmidzi dan Al-Hakim)
“Rasulullah saw bersabda, yang bermaksud: “Wahai orang beriman,
makanlah barang yang bersih daripada apa yang kami kurniakan kepada
kamu.” (HR Muslim)
“Kami adalah kaum yang tidak akan makan kecuali apabila lapar dan
apabila kami makan tidak sampai terlalu kenyang.” (Hadis Abu Daud)
Di samping masalah pemenuhan kebutuhan fisik dan naluri, syariah
juga mengatur masalah lingkungan termasuk transportasi. Dalam hal
pengaturan air bersih Islam mempunyai aturan terhadap individu misalnya
sabda rasulullah:
اتَّقُوا الْمَلاَعِنَ الثَّلاَثَة الْبَرَازَ فِي الْمَوَارِدِ وَقَارِعَةِ الطَّرِيقِ وَالظِّلِّ
“Jauhilah tiga hal yang dilaknat, yaitu buang air dan kotoran di sumber/
saluran air, di pinggir atau tengah jalan dan di tempat berteduh”(HR.Abu
Dawud).
Sedangkan dalam hal pengaturan lingkungan, negara akan mengelola
sumber air dengan teknologi terkini agar terjamin setiap warganya akan
mendapatkan air bersih yang siap diminum di setiap rumah mereka. Dalam
hal sanitasi, negara berkewajiban menata ulang sanitasi lingkungan sehingga
tidak ada saluran yang mampet, air yang tergenang. Dalam hal industri,
negara akan mengontrol pencemaran dan polusi yang di hasilkan. Di
samping mengontrol, negara pun akan memberikan bantuan penelitian dan
teknologi terbaru agar limbah tidak membahayakan masyarakat. Bukti
tertatannya lingkungan yang sehat masih bisa di lihat di Andalusia, sekarang
Spanyol. Pada saat itu negara eropa masih kumuh tapi di andalusia yang di
atur oleh islam sudah mempunyai penataan lingkungan yang sangat sehat
dan menajubkan.
Will Durant dalam The Story of Civilization menyatakan, “Islam
telah menjamin seluruh dunia dalam menyiapkan berbagai rumah sakit
yang layak sekaligus memenuhi keperluannya. Contohnya, Bimaristan yang
dibangun oleh Nuruddin di Damaskus tahun 1160 telah bertahan selama
tiga abad dalam merawat orang-orang sakit tanpa bayaran dan
menyediakan obat-obatan gratis. Para sejarahwan berkata bahwa
cahayanya tetap bersinar tidak pernah padam selama 267 tahun.”
Kesimpulan
Ketika segala aspek kehidupan merujuk kepada al Quran dan As-Sunnah
maka insyaallah masyarakat Indonesia akan lebih tertib, dinamis dan sehat,
karena pola hidupnya lebih terstruktur dan disiplin. Sehingga diharapkan sarana dan prasarana Kesehatan masyarakat, baik itu berupa pelayanan kesehatan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Infrastruktur penunjang kesehatan maupun infrastruktur sarana transfortasi akan terjamin ketersediaannya dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Insyaalah. 
◙ A hery Taryana (Sumber: Kemenkes dan berbagai sumber lainya)