Minggu, 05 April 2015

Materi Pengajian Bulanan (4 Nov 2012)

An-nahl 53-56
wamaa bikum min ni'matin famina allaahi tsumma idzaa massakumu aldhdhurru fa-ilayhi taj-aruuna
[16:53] Dan apa saja ni'mat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.


tsumma idzaa kasyafa aldhdhurra 'ankum idzaa fariiqun minkum birabbihim yusyrikuuna
[16:54] Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudharatan itu dari pada kamu, tiba-tiba sebahagian dari pada kamu mempersekutukan Tuhannya dengan (yang lain),


liyakfuruu bimaa aataynaahum fatamatta'uu fasawfa ta'lamuuna
[16:55] Biarlah mereka mengingkari ni'mat yang telah Kami berikan kepada mereka; maka bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).


wayaj'aluuna limaa laa ya'lamuuna nashiiban mimmaa razaqnaahum taallaahi latus-alunna 'ammaa kuntum taftaruuna
[16:56] Dan mereka sediakan untuk berhala-berhala yang mereka tiada mengetahui (kekuasaannya), satu bahagian dari rezki yang telah Kami berikan kepada mereka. Demi Allah, sesungguhnya kamu akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan.

Segala perbuatan yang positif mau pun negatif pasti membuahkan hasil yang sesuai dengan apa yang dilakukan. Sesunguhnya hasil tersebut datangnya semata-mata dari Allah. Dan begitu pula kita merasakan hasilnya agar kita dapat mengerti apa yang kita lakukan begitu juga manfaatnya. 

Surat 33 ayat 56,
 

inna allaaha wamalaa-ikatahu yushalluuna 'alaa alnnabiyyi yaa ayyuhaa alladziinaaamanuu shalluu 'alayhi wasallimuu tasliimaan
[33:56] Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.


Bersalawatlah dan Salam untuk Nabi. Terkadang orang yang selalu beribadah rajin tetapi tetap saja mendapatkan masalah atau doanya tidak terkabul-kabul alias doa yang mengantung. Ini lah fungsi dari shalawat. Agar ibadah kita atau doa-doa kita dapat dikabulkan dan ibadah lebih sempurna dan mendapat restu dari Allah. Karena Allah sangat senang dengan orang yang suka bershalawat dan berdzikir.

Syarat pada saat bershalawat / berkomukasi dengan Rosul.. Surat 58 ayat 12-13

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu idzaa naajaytumu alrrasuula faqaddimuu bayna yaday najwaakum shadaqatan dzaalika khayrun lakum wa-athharu fa-in lam tajiduu fa-inna allaaha ghafuurun rahiimun
[58:12] Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


a-asyfaqtum an tuqaddimuu bayna yaday najwaakum shadaqaatin fa-idz lam taf'aluu wataaba allaahu 'alaykum fa-aqiimuu alshshalaata waaatuu alzzakaata wa-athii'uuallaaha warasuulahu waallaahu khabiirun bimaa ta'maluuna
[58:13] Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Surat 65 ayat 7 (Sedekah)
 

liyunfiq dzuu sa'atin min sa'atihi waman qudira 'alayhi rizquhu falyunfiq mimmaaaataahu allaahu laa yukallifu allaahu nafsan illaa maa aataahaa sayaj'alu allaahu ba'da 'usrin yusraan
[65:7] Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

Aturan main bershalawat surat 49 ayat 2-3 , yaitu bershalawatlah dengan lemah lembut.

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa tarfa'uu ashwaatakum fawqa shawti alnnabiyyi walaa tajharuu lahu bialqawli kajahri ba'dhikum liba'dhin an tahbatha a'maalukum wa-antum laa tasy'uruuna
[49:2] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu1409, sedangkan kamu tidak menyadari.


inna alladziina yaghudhdhuuna ashwaatahum 'inda rasuuli allaahi ulaa-ika alladziina imtahana allaahu quluubahum lilttaqwaa lahum maghfiratun wa-ajrun 'azhiimun
[49:3] Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.