Minggu, 15 Maret 2015

Majelis Dzikir

Memberikan Nafkah Dari Sesuatu Yang Disukai Dan Dari
Sesuatu Yang Baik


Allah Ta'ala berfirman:
"Tidak sekali-kali engkau semua akan dapat memperoleh kebajikan, sehingga engkau semua
suka membelanjakan dari sesuatu yang engkau cintai." (ali-lmran: 92)
Allah Ta'ala berfirman pula:
"Hai sekalian orang-orang yang berimah, nafkahkanlah sebagian yang baik-baik dari apa-apa
yang engkau semua usahakan dan dari apa-apa yang Kami keluarkan dari bumi dan janganlah engkau
semua sengaja memilihkan yang buruk-buruk di antara yang engkau semua nafkahkan itu." (alBaqarah: 267)

Dari Anas r.a., katanya: "Abu Thalhah adalah seorang dari golongan kaum
Anshar di Madinah yang terbanyak hartanya, terdiri dari kebun kurma. Di antara hartahartanya itu yang paling dicintai olehnya ialah kebun kurma Bairuha'. Kebun ini letaknya
menghadap masjid - Nabawi di Madinah. Rasulullah s.a.w. suka memasukinya dan minum
dari airnya yang nyaman." Anas berkata: "Ketika ayat ini turun, yakni yang artinya: "Engkau
semua tidak akan memperoleh kebajikan sehingga engkau semua suka menafkahkan dari
sesuatu yang engkau semua cintai," maka Abu Thalhah berdiri menuju ke tempat Rasulullah
s.a.w., lalu berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman:
- artinya sebagaimana di atas. Padahal hartaku yang paling saya cintai ialah kebun kurma
Bairuha', maka sesungguhnya kebun itu saya sedekahkan untuk kepentingan agama Allah
Ta'ala. Saya meng harapkan kebajikannya serta sebagai simpanan - di akhirat di sisi Allah.
Maka dari itu gunakanlah kebun itu ya Rasulullah, sebagaimana yang Allah
memberitahukan kepada Tuan. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: "Aduh, yang
sedemikian itu adalah merupakan harta yang banyak keuntungannya - berlipat ganda
pahalanya bagi yang bersedekah, yang sedemikian adalah merupakan harta yang banyak
keuntungannya. Saya telah mendengar apa yang engkau ucapkan dan sesungguhnya saya
berpendapat supaya kebun itu engkau berikan kepada kaum keluargamu - sebagai sedekah."
Abu Thalhah berkata: "Saya akan melaksanakan itu, ya Rasulullah." Selanjutnya Abu
Thalhah membagi-bagikan kebun Bairuha' itu kepada keluarga serta anak-anak pamannya."
(Muttafaq 'alaih)

Majelis Dzikir

Keutamaan Mengingat Allah / Dzikir

"Sesungguhnya dalam kejadian langit dan bumi serta bersilih, gantinya malam dengan siang
itu adalah tanda-tanda - kekuasaan Allah - bagi orang-orang yang suka berfikir.
"Mereka itu ialah orang-orang yang selalu berzikir kepada Allah ketika berdiri, duduk ataupun
berbaring sambil memikirkan kejadian langit dan bumi. Mereka berkata: "Wahai Tuhan kami,
sesungguhnya tidaklah Engkau menjadikan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka lindungilah
kami dari siksa api neraka." Sampai ayat-ayat seterusnya. (ali-lmran: 190-191)


Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Apakah mereka tidak melihat - memperhatikan - pada unta, bagaimana ia diciptakan?
"Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?
"Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan?
"Dan juga bumi, bagaimana ia dikembangkan?
"Maka dari itu berikanlah peringatan, karena engkau itu hanyalah seorang yang bertugas
memberi peringatan." (al-Ghasyiyah: 17-21)
Allah Ta'ala juga berfirman:
"Apakah mereka tidak hendak berjalan di muka bumi, lalu melihat - memperhatikan bagaimana akibat orang-orang yang belum mereka? Allah telah membinasakan mereka itu dan keadaan
yang seperti itu pula untuk orang-orang kafir?" (Muhammad: 10)

Kamis, 12 Maret 2015

Segitiga Bermuda


Pernahkah Anda mendengar tentang “Segitiga Bermuda”, ya” banyak sekali kisah nyata maupun yang dianggap mitos yang berkaitan dengan nama Segitiga Bermuda.
Segitiga Bermuda terletak di wilayah lautan Samudera Atlantik seluas 15 juta mil persegi yang membentuk garis segitiga antara wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik sebelah utara, Puerto Rico US sebagai titik sebelah selatan dan Miami negara bagian Florida Amerika di sebelah barat.

Mari kita merujuk kepada Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah R.a bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Apabila salah seorang berada di tempat yang terbuka atau di tengah Matahari sedang bersinar lalu bayangan yang meneduhinya bergerak sehingga sebagian dari dirinya terletak di tempat panas dan sebagian lagi di tempat seju, maka hendaklah dia berdiri atau meninggalkan tempat itu”.
Dikatakan larangan ini karena tempat seperti itu adalah tempat yang paling di gemari syaitan. Jadi apa kaitannya dengan Segitiga Bermuda ? Alasannya karena Segitiga Bermuda terletak di perairan Atlantik di pertengahan antara benua Amerika bagian utara dan Afrika. Secara mudah lokasi ini adalah kawasan pertemuan antara dua arus, yaitu arus panas dari Afrika dan arus sejuk dari Amerika Utara.

Dengan hadist ini maka terjawablah misteri di Segitiga Bermuda.
Perkara - perkara aneh yang terjadi itu tentu antara lain disebabkan pertemuan antara panas dan sejuk dan istana syaitan yang mungkin tersembunyi disitu.

Bahkan Ada sebuah buku Karya Sheikh Muhammad Isa Dawuud dari Mesir yang berjudul “Dajjal akan muncul dari kerajaan jin di Segitiga Bermuda” bahwa kawasan Bermuda adalah kawasan Jin dimana dari situlah akan muncul Dajjal. Jikabenar dakwaan buku itu, tidak aneh lagi apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW itu nyata adanya dan bahkan mendahului Zaman, sekaligus Rasulullah SAW membuktikan bahwa Islam memiliki jawaban untuk semua pertanyaan.

Menurut sheikh Imam M Ma’rifatullah Al-Arsy, Segitiga Bermuda merupakan tempat titik terujung di dunia ini. Ditengah kawasan itu terdapat sebuah telaga yang airnya dapat membuat siapa saja yang meminumnya menjadi panjang umur (Wallahua’lam) ditempat itu pula Nabiyullah Khidzir AS bertahta sebagai penjaga sumber air kehidupan tersebut. Sheikh Imam M.M Berkata kalau penyelamat akhir zaman Imam Mahdi akan keluar dari ghaibnya melalui tempat tersebut dengan menggunakan jubah suci berwarna kebiruan.

Lalu apa penyebab hilangnya berbagai macam kapal di tempat itu? Menurut Syaikh Imam M lagi, para iblis dan syaitan tersebut yang tak bisa mendekati pusat kawasan agung itu, maka mereka pun berjaga di sekelilingnya dan bertujuan untuk menghalangi setiap manusia yang mencoba untuk memasuki kawasan agung itu (Segitiga Bermuda). Karena sesungguhnya barang siapa yang bisa sampai ke tempat titik tengah kawasan Segitiga Bermuda, maka dia akan mengetahui kebenaran alam yang sesungguhnya.
Banyak orang - orang jaman dahulu yang telah mencoba ke pusat Segitiga Bermuda dan kebanyakan dari mereka enggan untuk kembali pulang ke dunianya. Menurut sebuah artikel kuno, Raja Iskandar Agung pernah mencoba masuk ke kawasan agung itu. Dan sekembalinya mereka mengatakan bahwa tempat itu berpasirkan permata dan berbatukan berlian. Tempat yang dipenuhi dengan kabut putih tebal itu sangat indah untuk dipandang tapi sangat berbahaya untuk didatangi.



Selasa, 10 Maret 2015

Majelis Dzikir Tawakal Bandung

Jangan Memandang Remeh

Di antara jenis akhlak yang mulia adalah rendah hati, menganggap dirinya manusia biasa dan senantiasa berkata "Dia lebih baik dari diriku" ketika bertemu dengan orang lain.

Orang-orang ini sadar, bahwa Allah Ta'alla tidak memuliakan hamba-Nya berdasarkan penampilan fisik. Mereka mengerti dan memahami, ada banyak orang yang tidak dikenal di bumi, tapi namanya harum dalam majlis malaikat di langit. Namanya senantiasa disebut-sebut dalam majlis itu, sebab iman dan taqwanya.


Pernah suatu hari kaum muslimin terjebak dalam perang yang sengit. Mereka berada dalam suasana genting sebab dikepung musuh. Tak berdaya, bingung, dan hampir saja menyerah. Namun, Alah Ta'ala menerunkan ilham ingatan kepada salah satu mujahidin dalam perang tersebut. Ia mengingat bahwa Nabi Saw pernah mengatakan satu nama yang jika ia berdo'a, maka do'anya pasti dikabulkan.


Maka ia pun mencari sahabat tersebut untuk memintanya memanjatkan doa kepada Allah Ta'ala. Di antara lafal doa itu, sahabat ini berkata, "Aku minta bahu-bahu mereka". Lantas, apa yang terjadi?
Terang Abdullah Azzam dalam "Tarbiyah Jihadiyah", "Belum sampai tangannya turun ke bumi, musuh mereka telah mengalami kekalahan". Inilah sahabat yang mulia. Sahabat yang namanya harum di sebut-sebut dalam majlis para malaikat.
 Inlah sahabat yang disebutkan dalam salah satu sabda Rasulullah SAW, "Berapa banyak orang kusut rambutnya, berdebu wajahnya, berpakaian dua kain usang, serta tidak dihiraukan manusia." Akan tetapi, lanjut Nabi, "Kalau dia bersumpah atas nama Allah, niscaya Dia akan mengabulkan sumpahnya itu."
Pungkas Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana termaktub dalam "Shahih al-Jami' as-Shaghir", " Di antara mereka adalah Bara' bin Malik".

Abdullah bin Azzam menjelaskan, "Mereka inilah orang yang tertolak dari semua pintu rumah karena rendah statusnya dalam pandangan orang."Padahal, lanjut ulama 'lulusan doktoral Universitas al-Azhar Kairo ini, "Orang-orang semisal itulah yang menyelamatkan manusia dari kehancuran dan menjaga mereka dari malapetaka dan siksa Ilahi".

Hendaknya riwayat ini menjadi pelajaran berharga bagi kaum muslimin. Bahwa kemuliaan bukan terletak pada harta, rupa ataupun jabatan. Kemuliaan adanya dalam hati sebab kualitas iman dan taqwa seseorang. Karenanya, semoga Allah Ta'ala Karuniakan sifat rendah hati kepada kita semua, agar tidak memandang remeh kepada siapa pun, apalagi mengolok-oloknya. Sebab, ia yang diremehkan atau diolok-olok bisa jadi lebih mulia dari kita.

Majelis Dzikir Tawakal Bandung

Pada tahun 1974, Bapak (Alm) H Permana Sastrarogawa ( Sesepuh Pengajian Tawakal ) datang ke Jakarta dari Tasikmalaya untuk berdakwah Islamiyah. Dakwah yang beliau sampaikan berupa 'ajakan kembali kejalan Allah'  melaksanakan segala perintahnya dengan ikhlas, menjauhi larangan-larangannya, melakukan kebajikan-kebajikan, dan lain sebagainya yang diperintahkan dan disenangi Allah.

Pada awalnya, pengajian yang kemudian bernama pengajian Tawakal ini, berpindah-pindah tempat, disebut pengajian Tawakal karena cara Dakwahnya adalah untuk "kembali dan berserah diri kepada Alloh" pedoman dasar Pengajian Tawakal ialah Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah SAW. Dengan motto : Iman, Takwa, dan Tawakal kepada Alloh SWT.
Dakwah Pengajian Tawakal mengajak umat agar ayat-ayat Al-Qur'an dan As-Sunnah Nabi Muhammad SAW benar-benar dihayati dan diamalkan, bukan hanya dibaca dan dihafalkan. Penghayatan dan pengamalan ini akan memberikan dampak positif pada diri seseorang, metode Dakwah nya berupa:

  1. Berserah diri kepada Allah
  2. Pendidikan Agama Islam antara lain: Fikih, Tadabbur dan Tafsir serta Akhlakul karimah
  3. Kosultasi
  4. Dzikir Qalbu
Bapak sesepuh ( Almarhum ) membawakan dakwah dengan gaya dan cara yang khas, begitu pula sikap beliau dalam menangani masalah tamu-tamunya. Beliau senantiasa berupaya memberi pencerahan  kepada siapapun baik itu murid-muridnya maupun tamu-tamu yang datang, yang bermasalah maupun tidak. Cara inilah yang yang kemudian dilaksanakan di Majelis Dzikir Tawakal, baik oleh sesepuh sendiri maupun oleh para pembina dan santri-santrinya, karena arah, usaha dan tujuan Pengajian Tawakal ialah mewujudkan ajaran Islam dalam kegiatan hidup sehari-hari.

Yang sangat ditekankan dalam pengajian ini adalah peringatan Allah SWT: "Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan yang tidak kamu perbuat, amat besar kebencian Allah, bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan". (QS. Ash-Shaff [61] : 2,3 )

Untuk menopang metode ini, sesepuh juga mengajarkan berdzikir dengan menyebut Asma Allah dalam hati, dalam Qolbu, maka dalam pelaksanaannya, majelis Dzikir itu hening, tanpa suara, kecuali suara pembimbingya.
Dzikrullah Al-Asmaul Husna membentuk suatu "Majelis Dzikir" yang hening, tenang dan damai penuh ke-khusuk'an, Firman Allah : "Allah mempunyai Asma'ul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asma'ul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalah artikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan". (QS. Al-A'raf [7] : 180 )
Ayat tersebut diamalkan sesuai dengan tuntunan Allah dalam FirmanNya: "Dan sebutlah (Nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai". ( QS. Al-A'raf [7] : 205 )

Dzikir Asma'ul Husna merupakan Dzikir yang produktif dan efektif. Asma Allah yang mana saja boleh diseru. Allah SWT berfirman : "Katakanlah ( Muhammad ), Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma'ul Husna) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam shalat, dan janganlah (pula) merendahkannya, dan usahakan jalan tengah di antara keduanya". ( QS. Al-Israa [17] : 110 )

Telah terbukti bahwa: cara, metode, teknik dan pendekatan yang dipraktekkan di Pengajian Tawakal, mampu mengatasi berbagai problema kehidupan dan disamping itu, ternyata juga mampu merubah sifat dan perilaku seseorang atas izin Allah, yang tadinya sikapnya kurang baik menjadi lebih baik, yang tadinya malas shalat menjadi rajin shalat, dan bahkan keseluruhan ahklaknya menjadi baik. Subhanallah..

Melalui metode konsultasi, Majelis Dzikir Tawakal mengaplikasikan rasa peduli terhadap sesama. Yaitu media konsultasi bagi saudara-saudara kita yang sedang bingung dalam mengatasi masalah, baik itu kesehatan, keluarga, pekerjaan, keuangan, muamalah dsb, InsyaAllah dapat ditemukan jalan keluarnya melalui penerapan pelaksanaan Iman - Taqwa - Tawakal kepada Allah SWT dengan mengamalkan metode Dzikrullah ini.

Cara dan metode yang ditawarkan Bapak sesepuh ( Almarhum ) ini sangat berkembang pesat bukan saja di Jakarta, tetapi kini sudah menyebar ke kota-kota lainnya di pulau Jawa dan Luar Jawa.
Metode Dzikrullah ini terus di amalkan oleh murid-murid dan generasi penerus beliau sampai saat ini, seperti yang dilaksanakan secara rutin di Pengajian  :
  "Majelis Dzikir Tawakal Bandung"
Jl. Cigadung Raya Tengah No.29 Bandung 
Tlp : 082 121 459 530 - Asep Hery
         085 620 019 137 - Ernawati

Demikian sekilas sejarah Majelis Dzikir Tawakal, semoga Allah senantiasa merahmati amal shaleh dan ihktiar kita semua amiin..jazakumullah

Wassalam.
Asep Herry Taryana


Senin, 09 Maret 2015

Istri yang setiap saat siap berbakti

Dari Anas r.a., katanya: "Abu Thalhah itu mempunyai seorang putera yang sedang menderita sakit. Abu Thalhah keluar pergi - menghadap Nabi s.a.w., kemudian anaknya itu dicabutlah ruhnya - yakni meninggal dunia. Ketika Abu Thalhah kembali -waktu itu ia sedang berpuasa, ia berkata: "Bagaimanakah keadaan anakku?" Ummu Sulaim, yaitu ibu anak tersebut - jadi isterinya Abu Thalhah - menjawab: "Ia dalam keadaan yang setenangtenangnya." Isterinya itu lalu menyiapkan makanan malam untuknya kemudian Abu Thalhah pun makan malamlah, selanjutnya ia menyetubuhinya isterinya itu. Setelah selesai, Ummu Sulaim berkata: "Makamkanlah anak itu." Setelah menjelang pagi harinya Abu Thalhah mendatangi Rasulullah s.a.w., lalu memberitahukan hal tersebut - kematiannya anaknya yang ia baru mengerti setelah selesai tidur bersama isterinya. Kemudian Nabi bersabda: "Adakah engkau berdua bersetubuh tadi malam?" Abu Thalhah menjawab: "Ya." Beliau lalu bersabda pula: "Ya Allah, berikanlah keberkahan pada kedua orang ini -yakni Abu Thalhah dan isterinya. Selanjutnya Ummu Suiaim itu melahirkan seorang anak lelaki lagi. Abu Thalhah lalu berkata padaku - aku di sini ialah Anas r.a. yang meriwayatkan Hadis ini: "Bawalah ia sehingga engkau datang di tempat Nabi s.a.w. dan besertanya kirimkanlah beberapa biji buah kurma. Nabi s.a.w. bersabda: "Adakah besertanya sesuatu benda?" Ia Anas- menjawab: "Ya.ada beberapa biji buah kurma." Buah kurma itu diambil oleh Nabi s.a.w. lalu dikunyahnya kemudian diambillah dari mulutnya, selanjutnya dimasukkanlah dalam mulut anak tersebut. Setelah itu digosokkan di langit-langit mulutnya dan memberinya nama Abdullah." (Muttafaq 'alaih) Dalam riwayat Bukhari disebutkan demikian: Ibnu 'Uyainah berkata: "Kemudian ada seorang dari golongan sahabat Anshar berkata: "Lalu saya melihat sembilan orang anak lelaki yang semuanya dapat membaca dengan baik dan hafal akan al-Quran, yaitu semuanya dari anak-anak Abdullah yang dilahirkan hasil peristiwa malam dahulu itu. Dalam riwayat Muslim disebutkan: "Anak Abu Thalhah dari Ummu Sulaim meninggal dunia, lalu isterinya itu berkata kepada seluruh keluarganya: "Janganlah engkau semua memberitahukan hal kematian anak itu kepada Abu Thalhah, sehingga aku sendirilah yang hendak memberitahukannya nanti." Abu Thalhah - yang saat itu bepergian - lalu datanglah, kemudian isterinya menyiapkan makan malam untuknya dan iapun makan dan minumlah. Selanjutnya isterinya itu memperhias diri dengan sebaik-baik hiasan yang ada padanya dan bahkan belum pernah berhias semacam itu sebelum peristiwa tersebut. Seterusnya Abu Thalhah menyetubuhi isterinya. Sewaktu isterinya telah mengetahui bahwa suaminya telah kenyang dan selesai menyetubuhinya, iapun berkatalah pada Abu Thalhah: "Bagaimanakah pendapat kanda, jikalau sesuatu kaum meminjamkan sesuatu yang dipinjamkannya kepada salah satu keluarga, kemudian mereka meminta kembalinya apa yang dipinjamkannya. Patutkah keluarga yang meminjamnya itu menolak untuk mengembalikannya benda tersebut kepada yang meminjaminya?" Abu Thalhah menjawab: "Tidak boleh menolaknya - yakni harus menyerahkannya." Kemudian berkata pula isterinya: "Nah, perhitungkanlah bagaimana pinjaman itu jikalau berupa anakmu sendiri?" Abu Thalhah lalu marah-marah kemudian berkata: "Engkau biarkan aku tidak
Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih
56 mengetahui - kematian anakku itu, sehingga setelah aku terkena kotoran - maksudnya kotoran bekas bersetubuh, lalu engkau beritahukan hal anakku itu padaku." Iapun lalu berangkat sehingga datang di tempat Rasulullah s.a.w. lalu memberitahukan segala sesuatu yang telah terjadi, kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: "Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu berdua dalam malammu itu." Anas r.a. berkata: "Kemudian isterinya hamil." Anas r.a. melanjutkan katanya: "Rasulullah s.a.w. sedang dalam bepergian dan Ummu Sulaim itu menyertainya pula bersama suaminya juga. Rasulullah s.a.w. apabila datang di Madinah di waktu malam dari bepergian, tidak pernah mendatangi rumah keluarganya malam-malam. Ummu Sulaim tibatiba merasa sakit kerana hendak melahirkan, maka oleh kerana Abu Thalhah tertahan - yakni tidak dapat terus mengikuti Nabi s.a.w. Rasulullah s.a.w. terus berangkat." Anas berkata: "Setelah itu Abu Thalhah berkata: "Sesungguhnya Engkau tentulah Maha Mengetahui, ya Tuhanku, bahwa saya ini amat tertarik sekali untuk keluar bepergian bersama-sama Rasulullah s.a.w. di waktu beliau keluar bepergian dan untuk masuk -tetap di negerinya - bersama-sama dengan beliau di waktu beliau masuk. Sesungguhnya saya telah tertahan pada saat ini dengan sebab sebagaimana yang Engkau ketahui." Ummu Sulaim ialu berkata: "Hai Abu Thalhah, saya tidak menemukan sakitnya hendak melahirkan sebagaimana yang biasanya saya dapatkan - jikaiau hendak melahirkan anak. Maka itu berangkatlah. Kitapun - maksudnya Rasulullah s.a.w., Abu Thalhah dan isterinya - berangkatlah, Ummu Sulaim sebenarnya memang merasakan sakit hendak melahirkan, ketika keduanya itu datang, lalu melahirkan seorang anak lelaki. Ibuku - yakni ibu Anas r.a. - berkata padaku - pada Anas r.a.: "Hai Anas, janganlah anak itu disusui oleh siapapun sehingga engkau pergi pagi-pagi besok dengan membawa anak itu kepada Rasulullah s.a.w." Ketika waktu pagi menjelma, saya - Anas r.a. - membawa anak tadi kemudian pergi dengannya kepada Rasulullah s.a.w. Ia lalu meneruskan ceritera Hadis ini sampai selesainya.
Keterangan: Hadis di atas itu memberikan kesimpulan tentang sunnahnya melipur orang yang sedang dalam kedukaan agar berkurang kesedihan hatinya, juga bolehnya memalingkan sesuatu persoalan kepada persoalan yang lain lebih dulu, untuk ditujukan kepada hal yang dianggap penting, sebagaimana perilaku isteri Abu Thalhah kepada suaminya. Ini tentu saja bila amat diperlukan untuk berbuat sedemikian itu. Sementara itu Hadis di atas juga menjelaskan akan sunnahnya seseorang isteri berhias seelok-eloknya agar suaminya tertarik padanya dan tidak sampai terpesona oleh wanita lain, sehingga menyebabkan terjerumusnya suami itu dalam kemesuman yang diharamkan oleh agama. Demikian pula isteri dianjurkan sekali untuk berbuat segala hal yang dapat menggembirakan suami dan melayaninya dengan hati penuh kelapangan serta wajah berseriseri, baik dalam menyiapkan makanan dan hidangan sehari-hari ataupun dalam seketiduran. Jadi salah sekali, apabila seseorang wanita itu malahan berpakaian serba kusut ketika di rumah, tetapi di saat keluar rumah lalu bersolek seindah-indahnya.Juga salah pula apabila seorang isteri itu kurang memperhatikan keadaan dan selera suaminya dalam hal makan minumnya, ataupun dalam cara melayaninya dalam persetubuhan.

Minggu, 08 Maret 2015

Ingin berkontribusi terhadap anak-anak Yatim ?


Semoga Allah merahmati kedua anak yatim yang sangat menderita ini.. Dan semoga kami bisa terus berkontribusi untuk mereka.. Mohon do'anya semoga Allah melapangkan Rizki mereka dan memberikan kesembuhan..Amin

Bagi anda yang ingin berkontribusi, Silakan datang langsung ke Tempat tinggal yang bersangkutan yaitu:
Kp. Kertajaya RT.05/13 (Panji ) Kp. Kertajaya RT.02/12 ( Diki ) Desa. Kertajaya Kec.Padalarang Kab. Bandung Barat
Atau anda bisa menitipkan Infaq Sedekah anda melaui :
Rek Mandiri KCP Padalarang Norek: 1320015750418 a/n asep herry 
atau Muamalat kcp Padalarang Norek : 1200000894 a/n asep herry

Cp : 082121459530 hery